A.
Pendahuluan
Semakin berkembangnya dunia
internet di Indonesia ataupun diseluruh Negara hal ini yang menyebabkan semua
akses yang dilakukan individu atau kelompok semua melalui internet. Dizaman ini
Psikoterapi Online pun juga sudah ada dan bahkan mungkin banyak peminatnya.
B.
Teori
Psikoterapi adalah suatu interaksi
sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis
untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan
klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan
masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu.
Ciri-ciri dari defenisi mengenai
psikoterapi ini, seperti penjelasan dibawah ini:
-
Interaksi
Sistematis
Psikoterapi adalah suatu proses yang
menggunakan suatu interaksi antara kline dan terapis. Kata sistematis di
sini berarti terapis menyusun interaksi-interaksi dengan suatu rencana dan
tujuan khusus yang menggambarkan segi pandangan teoritis terapis.
-
Prinsip-prinsip
Psikologis
Psikoterapis menggunakan
prinsip-prinsip penelitian, dan teori-teori psikologis serta menyusun interaksi
teraupetik.
-
Tingkah
Laku, Pikiran dan Perasaan
Psikoterapi memusatkan perhatian
untuk membantu pasien mengadakan perubahan-perubahan behavioral, kognitif dan
emosional serta membantunya supaya menjalani kehidupan yang lebih penuh
perasaan. Psikoterapi mungkin diarahkan pada salah satu atau semua ciri dari
fungsi psikologis ini.
-
Tingkah
Laku Abnormal, Memecahkan Masalah, dan Pertumbuhan Pribadi
Sekurang-kurangnya ada tiga kelompok
klien yang dibantu oleh psikoterapi. Kelompok pertama adalah
orang-orang yang mengalami masalah-masalah tingkah laku yang abnormal, seperti
gangguan suasana hati, gangguan penyesuaian diri, gangguan kecemasan atau
skizofrenia. Untuk beberapa gangguan ini, terutama gangguan bipolar dan
skizofrenia, terapi biologis umumnya memegang peranan utama dalam perawatan.
Meskipun demikian, selain perawatan biologis, psikoterapi membantu pasien
belajar tentang dirinya sendiri dan memperoleh keterampilan-keterampilan yang
akan memudahkannya menanggulangi tantangan hidup dengan lebih baik. Kelompok
kedua adalah orang-orang yang meminta bantuan untuk menangani
hubungan-hubungan yang bermasalah atau menangani masalah-masalah pribadi yang
tidak cukup berat dianggap abnormal, seperti perasaan malu atau bingung
mengenai pilihan-pilihan karir. Kelompok ketiga adalah
orang-orang yang mencari psikoterapi karena psikoterapi dianggap sebagai sarana
untuk memperoleh petumbuhan pribadi. Bagi mereka, psikoterapi adalah sarana
untuk penemuan diri dan peningkatan kesadaran yang akan membantu mereka untuk
mencapai potensi yang penuh sebagai manusia.
Psikoterapi juga memiliki ciri-ciri
yang lain. Psikoterapi membutuhkan interaksi-interaksi verbal. Bagaimanapun
juga, psikoterapi adalah “terapi-terapi bicara”— bentuk-bentuk interaksi antara
klien yang melibatkan pembicaraan. Dalam interaksi-interaksi itu, terapis yang
terampil adalah seorang pendengar yang penuh perhatian. Mendengar dengan penuh
perhatian adalah suatu kegiatan yang aktif bukan pasif. Terapis mendengar
dengan teliti apa yang dialami dan diusahakan oleh pasien untuk disampaikan
oleh psikoterapis. Psikoterapi-psikoterapi juga melibatkan
kemonukasi-komunikasi nonverbal. Seorang terapis yang terampil, seperti orang
pewawancara yang terampil, seharusnya peka terhadap isyarat-isyarat nonverbal
dari pasien dan peka terhadap gerak isyarat yang mungkin menunjukkan
perasaan-perasaan atau konflik-konflik yang mendasar. Terapis juga harus menyampaikan
empati melalui kata-kata dan juga gerak isyarat nonverbal, seperti mengadakan
kontak mata dan bersandar kedepan (kursi) untuk menunjukkan perhatian terhadap
apa yang dikatakan klien.
C.
Analisis
Psikoterapi sangat berguna untuk:
- Membantu penderita dalam memahami dirinya, mengetahui sumber-sumber psikopatologi dan kesulitan penyesuaian diri, memberi perspektif masa depan yang lebih cerah.
- Membantu penderita mendiagnosis bentuk-bentuk psikopatologi, dan
- Membantu penderita menentukan langkah-langkah praktis dan pelaksanaan
BENTUK-BENTUK DAN TEKNIK PSIKOTERAPI
Muhammad Abd al-‘Aziz al-Khalidi
membagi obat (syifa’) ke dalam dua bagian: Pertama,
obat hissi, yaitu obat yang dapat menyembukan penyakit fisik,
seperti berobat dengan madu, air buah-buahan yang disebutkan dalam al-Quran.
Sunnahnya digunakan untuk menyembuhkan kelainan jasmani. Kedua,
obat ma’nawi, obat yang sunnahnya menyembuhkan penyakit ruh dan
kalbu manusia, seperti doa-doa dan isi kandungan dalam al-Quran.
Kepribadian merupakan produk
fitrah nafsani (jasmani-ruhani). Aspek ruhani menjadi esensi
kepribadian manusia, sedang aspek jasmani menjadi alat aktualisasi. Oleh karena
itu maka kelainan kepribadian disembuhkan dengan pengobatan ma’nawi.
Demikian juga kelainan jasmani sering kali disebabkan oleh kelainan ruhani maka
cara pengobatannya pun harus dengan sunnah pengobatan ma’nawi.
Al-Razi, dokter sekaligus filosof
muslim mengatakan bahwa, tugas seorang dokter disamping mengetahui kesehatan
jasmani dituntut juga mengetahui kesehatan jiwa. Hal itu menurutnya dilakukan
untuk menjaga keseimbangan jiwa dalam melakukan aktivitas-aktivitasnya, agar
tidak terjadi keadaan yang minus atau berlebihan. Hal ini menunjukkan
urgensinya suatu pengetahuan tentang psikis. Pengetahuan psikis tidak sekedar berfungsi
untuk memahami kepribadian manusia, tetapi juga untuk pengobatan penyakit
jasmaniah dan ruhaniah. Banyak diantara kelainan jasmani diakibatkan oleh
kelainan jiwa manusia. Penyakit jiwa seperti stress, dengki, iri hati, dan
lainnya sering kali menjadi penyebab utama penyakit jasmani.
Muhammad Mahmud, seorang psikolog
muslim ternama, membagi psikoterapi Islam dalam dua kategori; Pertama,
bersifat duniawi, berupa pendekatan dan teknik-teknik pengobatan
psikis setelah memahami psikopatologi dalam kehidupan nyata. Kedua,
bersifat ukhrawi, berupa bimbingan mengenai nilai-nilai moral,
spiritual dan agama.
Sampai saat ini, sebagaimana
dikemukakan Atkinson, terdapat enam teknik psikoterapi yang digunakan oleh para
psikiater atau psikolog, antara lain:
- Teknik Terapi Psikoanalisa
Bahwa di dalam tiap-tiap individu
terdapat kekuatan yang saling berlawanan yang menyebabkan konflik internal
tidak terhindarkan. Konflik ini mempunyai pengaruh kuat pada perkembangan
kepribadian individu, sehingga menimbulkan stres dalam kehidupan. Teknik ini
menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan
dengan impuls seksual dan agresif dari id. Model ini banyak
dikembangkan dalam Psiko-analisis Freud. Menurutnya, paling tidak terdapat lima
macam teknik penyembuhan penyakit mental, yaitu dengan mempelajari otobiografi,
hipnotis, chatarsis, asosiasi bebas, dan analisa mimpi. Teknik freud ini
selanjutnya disempurnakan oleh Jung dengan teknik terapi Psikodinamik.
2. Teknik Terapi Perilaku
Teknik ini menggunakan prinsip belajar
untuk memodifikasi perilaku individu, antara lain desensitisasi,
sistematik, flooding, penguatan sistematis, pemodelan, pengulangan perilaku
yang pantas dan regulasi diri perilaku.
3. Teknik Terapi Kognitif Perilaku
Teknik modifikasi perilaku individu dan
mengubah keyakinan maladatif. Terapis membantu individu mengganti interpretasi
yang irasional terhadap suatu peristiwa dengan interpretasi yang lebih
realistik.
4. Tenik Terapi Humanistik
Teknik dengan pendekatan
fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesunguhnya dan
memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal (client-centered-therapy).
Gangguan psikologis diduga timbul jika proses pertumbuhan potensi dan
aktualisasi diri terhalang oleh situasi atau orang lain.
5. Teknik Terapi Eklektik atau
Integratif
Yaitu memilih teknik terapi yang
paling tepat untuk klien tertentu. Terapis mengkhususkan diri dalam masalah
spesifik, seperti alkoholisme, disfungsi seksual, dan depresi.
6. Teknik Terapi Kelompok dan
Keluarga
Terapi kelompok adalah teknik yang
memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam
interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa. Sedang terapi
keluarga adalah bentuk terapi khusus yang membantu pasangan suami-istri, atau
hubungan arang tua-anak, untuk mempelajari cara yang lebih efektif, untuk
berhubungan satu sama lain dan untuk menangani berbagai masalahnya.
Berbagai teknik terapi di atas,
tidak satupun menyebutkan teknik terapiukhrawi. Freud bahkan dalam The
Future of an Ilusion mengaggap bahwa orang yang memeluk suatu agama
berarti ia telah menderita delusi, ilusi dan obsessional neurosis yang
berasal dari ketidakmampuan manusia dalam menghadapi kekuatan alam di luar
dirinya dan juga kekuatan insting dari dalam dirinya sendiri. Agama merupakan
kumpulan neurosis yang disebabkan oleh kondisi serupa dengan kondisi yang
menimbulkan neurosis pada anak-anak.
Teori freud ini kemudian dibantah
oleh Carl Jung putra mahkotanya sendiri. Jung terpaksa mengadakan penelitian pada
mitologi, agama, alkemi dan astrologi. Penelitiannya ini dapat membantu archetipe-archetipe yang
sulit diperoleh dari sumber-sumber kontemporer. Selanjutnya Allport juga
membantah teori Freud. Para psikolog kontemporer tidak menemukan
patologi-patologi yang terjadi pada pemeluk agama yang salih. Pemeluk agama
yang salih justru mampu mengintegrasikan jiwanya dan tidak pernah mengalami
hambatan-hambatan hidup secara serius. Dengan demikian, teori Freud yang hanya
mengutamakan psikoterapi duniawi tidak dapat dipertahankan
lagi dan dipandang perlu untuk penambahan psikoterapi lain yang dikaitkan
dengan kehidupan agama, yakni psikoterapiukhrawi yang berasaskan
agama.
(yaitu Rabb) Yang telah menciptakan
aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Rabbku, Yang Dia memberi makan dan
minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (QS.
As-Syu’ara : 78 – 80)
D.
Referensi
Abdul Mujib, Nuansa-Nuansa
Psikologi Islam. Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2002
http://sabiilatul.wordpress.com/2012/05/01/tehnik-psikoterapi-islam/