Tuesday, 31 December 2013

tugas softskill

Bagi orang-orang yang sering berselancar di dunia internet, pasti mengenal berbagai macam situs-situs jejaring sosial atau Social Network seperti Facebook, Twitter, Friendster, My Space, dan lain-lain. Bahkan, mungkin memiliki akun dari salah satu situs-situs tersebut, atau bahkan memiliki semua akun dari situs-situs tersebut. Apalagi, saat ini banyak sekali penyedia situs berbasis Social Network. Namun, sering kali kita menemukan banyak penyalahgunaan dari situs-situs Social Network tersebut. Terlebih, saat ini banyak kasus-kasus yang cukup ramai dibicarakan orang tentang penyalahgunaan situs-situs jejaring sosial.
Kemudahan orang untuk menyalahgunakan situs jejaring sosial untuk berbuat kejahatan membuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab menggunakan situs-situs jejaring sosial untuk mencari mangsa. Munculnya beberapa kasus terkait penyalahgunaan media atau jejaring sosial yang saat ini marak terjadi, dapat ditekan jika masyarakat mampu melihat dan memanfaatkan secara bijaksana dan selektif terhadap media sosial tersebut. Sebagai contoh, kasus anak-anak dibawah umur yang hilang sejak mengenal seseorang yang jauh melalui Facebook. Semua ini karena anak-anak belum paham dengan motif kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Selain karena pendidikan tentang dunia internet yang masih minim, peran serta orang tua dalam memantau anak-anaknya juga bisa menjadi pokok permasalahannya. Peran orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya tentang dunia internet dan juga bahayanya sangat diperlukan. Namun, jika orang tuanya Gaptek, tentu ini akan menjadi masalah yang cukup rumit. Pendidikan di sekolah juga tidak pernah mengajarkan tentang bagaimana baik dan buruknya dunia internet.
Kita tidak bisa menyalahkan orang tua, atas kelalaiannya dalam memberikan pengarahan. Kita tidak bisa menyalahkan sekolah atas tidak diberikannya pendidikan tambahan tentang dunia internet. Terlebih lagi, kita tidak bisa menyalahkan penyelenggara situs jejaring sosial tersebut, karena mereka hanya membuat dan menyediakan wadah bagi kita untuk berkomunikasi dan juga berinteraksi melalui situs yang mereka buat.Lalu, kita mau menyalahkan siapa jika kasus-kasus seperti ini terjadi kembali?
Pembahasan
Dengan berkembangnya dunia teknologi, saat ini banyak situs-situs jejaring sosial yang menyedot perhatian banyak massa. Sudah dapat dipastikan situs jejaring sosial ini memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya itu sendiri. Pemanfaatan internet akhir - akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus mengenai jejaring sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat mencengangkan.
Selain itu, hal penting lainnya adalah memberdayakan pengguna jejaring sosial itu sendiri. Sebab, meski secara teknologi bersifat netral, jejaring sosial bisa menjadi pisau bermata dua. Bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan peran aktif masyarakat dalam proses demokrasi dan menawarkan berbagai layanan yang bersifat membangun, tetapi juga bisa bersifat merusak.
Karena berpotensi digunakan untuk kriminalitas, pengguna jejaring sosial yang masih awam perlu diberdayakan agar tidak menjadi sasaran empuk penjahat internet. Karena bersifat anonimous, hendaknya jangan percaya begitu saja dengan jenis kelamin maupun data-data tertentu dari orang yang ingin berteman dengan kita.
Data-data kita pun harus dijaga agar tidak semua dibuka dan dapat diakses semua orang. Ajakan orang yang baru dikenal hendaknya dipastikan dulu siapa orang yang mengajak, latar belakangnya, tujuannya dan hal-hal lainnya agar kita tidak menjadi korban kejahatan seperti penipuan maupun penculikan. Apalagi sekarang anak-anak sekolah pun sudah tergabung juga dalam media jejaring sosial, yang sesungguhnya tidak diperkenankan.
Kemudahan untuk menggunakan nama samaran atau nama palsu dalam sebuah situs jejaring sosial bisa menjadikan para penjahat ini leluasa untuk menipu para korbannya. Selain sulit mencari jejak dari para penjahat ini, korban hanya bisa mengingat nama samaran atau nama palsu dari penjahat, namun tidak pernah tahu nama sebenarnya. Ini yang semakin membuat para penyidik dan juga petugas hukum menelusuri jejak para penjahat ini. Yang paling menakutkan adalah, terdapat sindikat perdagangan manusia dalam situs-situs jejaring sosial, yang siap mencari mangsanya.
Sebagai contoh, kasus yang menimpa 10 remaja di Pekanbaru yang hilang akibat jejaring sosial. Kemudian seorang gadis remaja di Surabaya yang digagahi oleh laki-laki yang baru dikenal via facebook. Lalu, ada juga kasus yang menimpa gadis remaja di jombang jawa timur yang diduga hilang akibat dibawa lari teman facebooknya.
Dari semua kasus kejahatan yang disebabkan jejaring sosial tersebut diatas, menunjukkan betapa bahayanya media sosial jika orang yang menggunakannya tidak berhati-hati. Pesatnya kemajuan teknologi harus dipelajari dengan baik untuk mengantisipasi kejahatan lewat internet. Di situ, orang tua punya peranan penting untuk mengantisipasi.
Disisi lain, kebutuhan akan teknologi jaringan komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyber space, apapun dapat dilakukan. Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia (Alexander, http://artikeldanopini.blogspot.com/2010/07/modus-kejahatan-menggunakan-jejaring.html, akses 23 Desember 2011).
Seiring dengan perkembangan dunia internet yang sangat pesat sejak kemunculannya, sekarang ini banyak bermunculan situs-situs jejaring sosial atau Social Networking Site yang menawarkan hal yang beda dari situs-situs yang lain. Apa yang ditawarkan situs jejaring ini sangat menggiurkan para pengguna internet untuk mencoba dan bergabung di dalamnya, setelah bergabung di dalamnya biasanya user akan menjadi ketagihan. Hal tersebut terjadi karena dalam situs seperti ini kita bisa berhubungan dengan teman-teman kita, mencari kenalan baru bahkan menemukan kembali teman-teman lama yang sudah tidak saling bersua untuk sekedar bernostalgia maupun lebih mengeratkan pertemanan, dan ada juga yang sampai mendapatkan jodoh dari situs tersebut (Perdana, Jurnal, No. 1, Desember 2009: 2-3).
Seiring dengan perkembangannya, Internet juga ternyata membawa sisi negatif. Munculnya tindakan-tindakan anti sosial yang selama ini dianggap tidak mungkin terjadi atau tidak terpikirkan akan terjadi. Kejahatan yang lahir sebagai dampak negatif dari perkembangan aplikasi internet ini sering disebut dengan “Cyber Crime”.
Dari pengertian ini tampak bahwa cyber crime mencakup semua jenis kejahatan beserta modus operandinya yang dilakukan sebagai dampak negatif aplikasi internet. Dalam definisi ini tidak menyebutkan secara spesifik dan karakteristik cyber crime. Definisi ini mencakup segala kejahatan yang dalam modus operandinya menggunakan fasilitas internet.
Menurut kepolisian inggris, cyber crime adalah segala macam penggunaan jaringan komputer untuk tujuan kriminal dan atau kriminal berteknologi tinggi dengan menyalahgunakan kemudahan teknologi digital (Suherman dalam Wahid dan Labib, 2005: 40).
Berkaitan dengan cyber space dan cyber crime ini Agus Raharjo mengatakan, cyber space sesungguhnya merupakan sebuah dunia komunikasi berbasis komputer (computer mediated communication). Dunia ini menawarkan realitas baru dalam kehidupan manusia yang disebut dengan realitas virtual (Raharjo dalam Wahid dan Labib, 2005: 32).
Dewasa ini, internet telah membuat manusia (sebagai pengguna) mampu menjelajah ruang maya kemana-mana, berkomunikasi dengan beragam informasi global, memasuki jagat perbedaan dan lintas etnis, agama, politik, budaya, dan lain sebagainya. Manusia diajak bercengkrama, berdialog, dan mengasah ketajaman nalar dan psikologisnya dengan alam yang hanya tampak dilayar, namun sebenarnya mendeskripsikan realitas kehidupan manusia.
Dibalik semua dampak negatif yang ditimbulkan oleh media jejaring sosial seperti (facebook, twitter, dsb), tidak sedikit pula hal-hal positif atau manfaat yang bisa kita peroleh. Contohnya facebook, situs yang mengudara sejak 2004 oleh Mark Zuckerberg itu, diakui atau tidak, telah mampu menghasilkan beberapa gerakan sosial publik yang efektif dan efisien.
Efektif, karena sifatnya yang mudah dan cepat diakses publik. Dan efisien karena tidak memerlukan financial yang banyak. Cukup dengan terhubung internet, dan butuh beberapa menit saja, berbagai berita dan informasi apapun dibelahan dunia bisa diperoleh dan disebarluaskan khalayak ramai dengan tempo yang singkat.
Sebut saja, berbagai kasus popular seperti persengketaan Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit Omni Internasional, kasus Bibit Samad Riyanto-Chandra Hamzah, atau lebih masyhur dengan sebutan “Kasus Cicak vs Buaya”, kasus Nenek Minah, kasus pelarangan buku Membongkar Gurita Cikeas besutan George Junus Aditjondro, dan masih banyak sederet kasus lain yang sempat menghebohkan publik selama akhir tahun 2009 silam. Berbagai kasus tersebut merupakan representasi imbas dari ketidakadilan sistem dan ketimpangan sosial terkait dengan pemberlakuan hukum di negara ini.
Kasus Prita Mulyasari misalnya, seorang ibu yang menuliskan keluhan atas pelayanan rumah sakit Omni Internasional di Serpong, Tangerang, yang lalu dituntut oleh pihak rumah sakit dengan tuduhan pencemaran nama baik. Prita yang sempat masuk dalam tahanan, kalah dalam gugatan perdata dan harus mengganti kerugian RS Omni sebesar Rp. 204 juta rupiah. Segera setelah berita putusan perdata ini didengar masyarakat, muncul gerakan di facebook yang bertema ‘Koin Untuk Prita’. Bisa jadi ini merupakan gerakan genuine karena digagas oleh kalangan masyarakat ‘awam’, yang dalam konteks ini berarti mengacu kepada suatu kelompok masyarakat yang tidak melakukan kerja politik dalam arti bergabung di dalam kelompok politik formal, atau tidak tergabung di dalam dunia atau lembaga aktivis. Namun apa yang mereka kerjakan mampu menggerakkan nurani hampir seluruh rakyat Indonesia (EA, Puthut, 2010: 2)
Sebuah ungkapan yang disampaikan Usman Yasin (pendiri grup ‘gerakan 1.000.000 facebookers dukung Candra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto’), “saya merasa facebook bila dimanfaatkan untuk hal yang baik, bisa cukup efektif” (Yasin dalam Puthut, 2010: 1)
Facebook kini menjadi ruang baru, terutama membuka peluang untuk merekatkan teman lama, teman yang hilang, atau menyapa orang yang jauh lokasinya, atau memperoleh teman baru. Ada paradoks dalam fenomena facebook. Pada satu sisi, orang menemukan jalinan komunikasi, seolah-olah menjadi dekat secara virtual. Memang, bagi beberapa kalangan itu mendekatkan hubungan. Hubungan lebih cair, lebih egaliter. Tiap orang mendapat ruang untuk mejeng, agak narsis, dll. Tapi, pada sisi lain, facebook juga memendam persoalan pertama, jika orang merasa cukup dengan komunikasi virtual saja (sehingga tak butuh pertemuan fisik), orang bakal kehilangan sentuhan fisik, keintiman pertemuan langsung. Kedua, jika orang ketagihan facebook dan terus menjalin kontak dengan teman-teman facebooknya, bisa-bisa dia menemukan hubungan virtual. Tapi, mungkin hubungan sosialnya yang nyata dengan saudara atau tetangga malah berkurang. Mungkin lebih pas, virtual-realitas (Tinarbuko, 2009: 14).
Ketika jejaring sosial online memposisikan sebagai ruang publik baru, karena dianggap mampu memuaskan hasrat setiap manusia untuk menyalurkan dan mengimplementasikan ide, ego, dan superegonya melalui media maya yang sederhana tapi berkualitas. Dan saat manusia semakin membutuhkan ruang publik ini untuk merayakan eksistensinya. Maka ujung-ujungnya, ruang publik maya yang disediakan oleh jejaring sosial online diisi dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan layaknya sebuah ruang publik yang realistis di jagat ini.
Dengan semakin berkembangnya facebook akhir-akhir ini dapat sangat menimbulkan dampak-dampak positif dan juga negatif, dampak positifnya adalah kita dapat dengan mudah berkomunikasi atau bersosialisasi dengan mudah dengan teman-teman kita bahkan mendapatkan teman baru melalui jejaring ini, dan situs ini juga sangat mengibur dengan berbagai aplikasi didalamnya. namun ada pula dampak negatifnya adalah dengan banyaknya kasus penipuan, penculikan bahkan pemerkosaan dan pembunuhan yang berawal dari facebook. Hal hal tersebut sudah terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Penipuan terjadi karena banyaknya bisnis jualan yang ditawarkan oleh para user namun kita yang tertarik ingin membeli tidak mengetahui bisnis tersebut jujur atau tidak, karena kurang adanya kepastian dan bukti-bukti nyata, karena hanya bermain dalam dunia “maya” yang semua orang bisa melakukannya. Penculikan banyak terjadi pada anak-anak dibawah umur, mereka masih polos dan dengan mudahnya terayu dengan ajakan orang-orang yang belum mereka kenal, padahal mereka hanya berkomuniaksi melalui facebook. Kasus pemerkosaan dan pembunuhan juga dapat terjadi karena berawal dari facebook.
Maraknya penggunaan situs jejaring sosial semacam facebook, tidak bisa dihindari, namun yang terpenting bagaimana keluarga bisa menjauhkan dampak buruknya dari anak-anak mereka. Permasalahan maraknya penyalahgunaan facebook yang berbuntut pada munculnya kasus penculikan, prostitusi anak, penipuan, dan penghinaan, sebenarnya bermuara pada keluarga.
Di sinilah pentingnya peranan semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan muridnya, khususnya bagi yang masih dibawah umur untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi. Kita seharusnya memberikan edukasi kepada anak tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang sangat cepat untuk digunakan semaksimal mungkin untuk kegiatan positif. Jejaring sosial juga mempunyai dampak yang positif dan juga dampak negatif.
Terlepas dari pro dan kontra yang ada, sejatinya sebagai makhluk sosial, manusia selalu ingin melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan sesamanya. Didalam sebuah jalinan proses komunikasi seseorang yang terlibat di dalamnya pasti ingin menyampaikan sebuah pesan, dan harapannya pesan yang disampaikan itu dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan tersebut. Atas dasar pemikiran seperti itulah facebook diciptakan. Selain facebook senantiasa memfasilitasinya dan menyediakan media komunikasi audio visual agar kebutuhan seseorang untuk mengenal, mengetahui dan menyampaikan pesan kepada sesame manusia lainnya dapat terpenuhi dengan murah, mudah, dan cepat.
Kesimpulan
Jejaring sosial adalah ruang maya yang menghebohkan. Ia mampu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Jejaring sosial sudah menjadi fenomena pertemanan yang menembus ruang dan waktu. Jejaring sosial kini dinobatkan sebagai ruang publik baru.
Social network atau yang lazim dikenal sebagai jejaring sosial kini telah berkembang dan menjadi trend atau gaya hidup manusia modern. Tua dan muda masing-masing mempunyai cara tersendiri memanfaatkan fasilitas ini. Sebuah kemajuan dunia teknologi menembus batas ruang dan waktu. Bahkan, situs jejaring sosial kini telah menjadi tolak ukur strata sosial seseorang yang menjadikan hal ini wajib dimiliki oleh setiap orang. Pria, wanita, professor, doctor, mahasiswa, siswa, bahkan anak sekolah dasar sekalipun.
Perkembangan dan terobosan dalam dunia komunikasi yang terus berkembang ini telah menciptakan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan sosial dan peradaban manusia. Keberadaan situs-situs jejaring sosial menimbulkan pengaruh yang berbeda-beda terhadap penggunanya. Ada efek positif, ada pula efek negatifnya. Tinggal bagaimana pengguna jejaring sosial memanfaatkan dan mengelola kebutuhannya terhadap jejaring sosial ini.
Terlepas dari semua manfaat baik dari munculnya jejaring sosial, seperti sebagai media penyebaran informasi, sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan dan sosial, memperluas jaringan pertemanan. Namun, tidak sedikit pula efek negatif yang bisa ditimbulkannya, seperti kejahatan dunia maya (cyber crime), melemahkan dan menurunkan sensitifitas, dan sebagainya.
Untuk itu, peran serta semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan murid-murid, khususnya bagi yang masih dibawah umur untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi.
contoh foto alay di sosial media Facebook
 
 
Sumber http://siwak-oneng.blogspot.com/2012/03/penyalahgunaan-media-sosial.html
Trend sosial media yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak menimbulkan efek negatif dan positif. Efek positif dari sosial media via internet adalah terjalinya komunikasi sosial antar manusia satu dengan yang lainnya. Namun dibanding sisi positif dari sosial media internet cenderung lebih banyak sisi negatif yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan diantaranya penipuan, pemerkosaan yang kesemuanya cenderung ke arah kriminalits.
Dunia Internet atau dunia maya saat ini di Indonesia, sudah menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan hingga pegawai negeri. Hal ini, bisa diketahui melalui salah satu situs jejaring sosial salah satunya FB yang bisa diakses melalui gadget apapun berbasis Internet. Saat jam aktifitas sekolah maupun kerja beberapa oknum pelajar dan PNS sering terlihat online dengan status yang berbagai macam. 
- See more at: http://citizenjournalis.blogspot.com/2013/08/efek-negatif-dan-penyalahgunaan.html#sthash.bX5I7Y3b.dpuf
Bagi orang-orang yang sering berselancar di dunia internet, pasti mengenal berbagai macam situs-situs jejaring sosial atau Social Network seperti Facebook, Twitter, Friendster, My Space, dan lain-lain. Bahkan, mungkin memiliki akun dari salah satu situs-situs tersebut, atau bahkan memiliki semua akun dari situs-situs tersebut. Apalagi, saat ini banyak sekali penyedia situs berbasis Social Network. Namun, sering kali kita menemukan banyak penyalahgunaan dari situs-situs Social Network tersebut. Terlebih, saat ini banyak kasus-kasus yang cukup ramai dibicarakan orang tentang penyalahgunaan situs-situs jejaring sosial.
Kemudahan orang untuk menyalahgunakan situs jejaring sosial untuk berbuat kejahatan membuat orang-orang yang tidak bertanggung jawab menggunakan situs-situs jejaring sosial untuk mencari mangsa. Munculnya beberapa kasus terkait penyalahgunaan media atau jejaring sosial yang saat ini marak terjadi, dapat ditekan jika masyarakat mampu melihat dan memanfaatkan secara bijaksana dan selektif terhadap media sosial tersebut. Sebagai contoh, kasus anak-anak dibawah umur yang hilang sejak mengenal seseorang yang jauh melalui Facebook. Semua ini karena anak-anak belum paham dengan motif kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Selain karena pendidikan tentang dunia internet yang masih minim, peran serta orang tua dalam memantau anak-anaknya juga bisa menjadi pokok permasalahannya. Peran orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya tentang dunia internet dan juga bahayanya sangat diperlukan. Namun, jika orang tuanya Gaptek, tentu ini akan menjadi masalah yang cukup rumit. Pendidikan di sekolah juga tidak pernah mengajarkan tentang bagaimana baik dan buruknya dunia internet.
Kita tidak bisa menyalahkan orang tua, atas kelalaiannya dalam memberikan pengarahan. Kita tidak bisa menyalahkan sekolah atas tidak diberikannya pendidikan tambahan tentang dunia internet. Terlebih lagi, kita tidak bisa menyalahkan penyelenggara situs jejaring sosial tersebut, karena mereka hanya membuat dan menyediakan wadah bagi kita untuk berkomunikasi dan juga berinteraksi melalui situs yang mereka buat.Lalu, kita mau menyalahkan siapa jika kasus-kasus seperti ini terjadi kembali?
Pembahasan
Dengan berkembangnya dunia teknologi, saat ini banyak situs-situs jejaring sosial yang menyedot perhatian banyak massa. Sudah dapat dipastikan situs jejaring sosial ini memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya itu sendiri. Pemanfaatan internet akhir - akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus mengenai jejaring sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat mencengangkan.
Selain itu, hal penting lainnya adalah memberdayakan pengguna jejaring sosial itu sendiri. Sebab, meski secara teknologi bersifat netral, jejaring sosial bisa menjadi pisau bermata dua. Bisa dimanfaatkan dalam meningkatkan peran aktif masyarakat dalam proses demokrasi dan menawarkan berbagai layanan yang bersifat membangun, tetapi juga bisa bersifat merusak.
Karena berpotensi digunakan untuk kriminalitas, pengguna jejaring sosial yang masih awam perlu diberdayakan agar tidak menjadi sasaran empuk penjahat internet. Karena bersifat anonimous, hendaknya jangan percaya begitu saja dengan jenis kelamin maupun data-data tertentu dari orang yang ingin berteman dengan kita.
Data-data kita pun harus dijaga agar tidak semua dibuka dan dapat diakses semua orang. Ajakan orang yang baru dikenal hendaknya dipastikan dulu siapa orang yang mengajak, latar belakangnya, tujuannya dan hal-hal lainnya agar kita tidak menjadi korban kejahatan seperti penipuan maupun penculikan. Apalagi sekarang anak-anak sekolah pun sudah tergabung juga dalam media jejaring sosial, yang sesungguhnya tidak diperkenankan.
Kemudahan untuk menggunakan nama samaran atau nama palsu dalam sebuah situs jejaring sosial bisa menjadikan para penjahat ini leluasa untuk menipu para korbannya. Selain sulit mencari jejak dari para penjahat ini, korban hanya bisa mengingat nama samaran atau nama palsu dari penjahat, namun tidak pernah tahu nama sebenarnya. Ini yang semakin membuat para penyidik dan juga petugas hukum menelusuri jejak para penjahat ini. Yang paling menakutkan adalah, terdapat sindikat perdagangan manusia dalam situs-situs jejaring sosial, yang siap mencari mangsanya.
Sebagai contoh, kasus yang menimpa 10 remaja di Pekanbaru yang hilang akibat jejaring sosial. Kemudian seorang gadis remaja di Surabaya yang digagahi oleh laki-laki yang baru dikenal via facebook. Lalu, ada juga kasus yang menimpa gadis remaja di jombang jawa timur yang diduga hilang akibat dibawa lari teman facebooknya.
Dari semua kasus kejahatan yang disebabkan jejaring sosial tersebut diatas, menunjukkan betapa bahayanya media sosial jika orang yang menggunakannya tidak berhati-hati. Pesatnya kemajuan teknologi harus dipelajari dengan baik untuk mengantisipasi kejahatan lewat internet. Di situ, orang tua punya peranan penting untuk mengantisipasi.
Disisi lain, kebutuhan akan teknologi jaringan komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyber space, apapun dapat dilakukan. Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia (Alexander, http://artikeldanopini.blogspot.com/2010/07/modus-kejahatan-menggunakan-jejaring.html, akses 23 Desember 2011).
Seiring dengan perkembangan dunia internet yang sangat pesat sejak kemunculannya, sekarang ini banyak bermunculan situs-situs jejaring sosial atau Social Networking Site yang menawarkan hal yang beda dari situs-situs yang lain. Apa yang ditawarkan situs jejaring ini sangat menggiurkan para pengguna internet untuk mencoba dan bergabung di dalamnya, setelah bergabung di dalamnya biasanya user akan menjadi ketagihan. Hal tersebut terjadi karena dalam situs seperti ini kita bisa berhubungan dengan teman-teman kita, mencari kenalan baru bahkan menemukan kembali teman-teman lama yang sudah tidak saling bersua untuk sekedar bernostalgia maupun lebih mengeratkan pertemanan, dan ada juga yang sampai mendapatkan jodoh dari situs tersebut (Perdana, Jurnal, No. 1, Desember 2009: 2-3).
Seiring dengan perkembangannya, Internet juga ternyata membawa sisi negatif. Munculnya tindakan-tindakan anti sosial yang selama ini dianggap tidak mungkin terjadi atau tidak terpikirkan akan terjadi. Kejahatan yang lahir sebagai dampak negatif dari perkembangan aplikasi internet ini sering disebut dengan “Cyber Crime”.
Dari pengertian ini tampak bahwa cyber crime mencakup semua jenis kejahatan beserta modus operandinya yang dilakukan sebagai dampak negatif aplikasi internet. Dalam definisi ini tidak menyebutkan secara spesifik dan karakteristik cyber crime. Definisi ini mencakup segala kejahatan yang dalam modus operandinya menggunakan fasilitas internet.
Menurut kepolisian inggris, cyber crime adalah segala macam penggunaan jaringan komputer untuk tujuan kriminal dan atau kriminal berteknologi tinggi dengan menyalahgunakan kemudahan teknologi digital (Suherman dalam Wahid dan Labib, 2005: 40).
Berkaitan dengan cyber space dan cyber crime ini Agus Raharjo mengatakan, cyber space sesungguhnya merupakan sebuah dunia komunikasi berbasis komputer (computer mediated communication). Dunia ini menawarkan realitas baru dalam kehidupan manusia yang disebut dengan realitas virtual (Raharjo dalam Wahid dan Labib, 2005: 32).
Dewasa ini, internet telah membuat manusia (sebagai pengguna) mampu menjelajah ruang maya kemana-mana, berkomunikasi dengan beragam informasi global, memasuki jagat perbedaan dan lintas etnis, agama, politik, budaya, dan lain sebagainya. Manusia diajak bercengkrama, berdialog, dan mengasah ketajaman nalar dan psikologisnya dengan alam yang hanya tampak dilayar, namun sebenarnya mendeskripsikan realitas kehidupan manusia.
Dibalik semua dampak negatif yang ditimbulkan oleh media jejaring sosial seperti (facebook, twitter, dsb), tidak sedikit pula hal-hal positif atau manfaat yang bisa kita peroleh. Contohnya facebook, situs yang mengudara sejak 2004 oleh Mark Zuckerberg itu, diakui atau tidak, telah mampu menghasilkan beberapa gerakan sosial publik yang efektif dan efisien.
Efektif, karena sifatnya yang mudah dan cepat diakses publik. Dan efisien karena tidak memerlukan financial yang banyak. Cukup dengan terhubung internet, dan butuh beberapa menit saja, berbagai berita dan informasi apapun dibelahan dunia bisa diperoleh dan disebarluaskan khalayak ramai dengan tempo yang singkat.
Sebut saja, berbagai kasus popular seperti persengketaan Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit Omni Internasional, kasus Bibit Samad Riyanto-Chandra Hamzah, atau lebih masyhur dengan sebutan “Kasus Cicak vs Buaya”, kasus Nenek Minah, kasus pelarangan buku Membongkar Gurita Cikeas besutan George Junus Aditjondro, dan masih banyak sederet kasus lain yang sempat menghebohkan publik selama akhir tahun 2009 silam. Berbagai kasus tersebut merupakan representasi imbas dari ketidakadilan sistem dan ketimpangan sosial terkait dengan pemberlakuan hukum di negara ini.
Kasus Prita Mulyasari misalnya, seorang ibu yang menuliskan keluhan atas pelayanan rumah sakit Omni Internasional di Serpong, Tangerang, yang lalu dituntut oleh pihak rumah sakit dengan tuduhan pencemaran nama baik. Prita yang sempat masuk dalam tahanan, kalah dalam gugatan perdata dan harus mengganti kerugian RS Omni sebesar Rp. 204 juta rupiah. Segera setelah berita putusan perdata ini didengar masyarakat, muncul gerakan di facebook yang bertema ‘Koin Untuk Prita’. Bisa jadi ini merupakan gerakan genuine karena digagas oleh kalangan masyarakat ‘awam’, yang dalam konteks ini berarti mengacu kepada suatu kelompok masyarakat yang tidak melakukan kerja politik dalam arti bergabung di dalam kelompok politik formal, atau tidak tergabung di dalam dunia atau lembaga aktivis. Namun apa yang mereka kerjakan mampu menggerakkan nurani hampir seluruh rakyat Indonesia (EA, Puthut, 2010: 2)
Sebuah ungkapan yang disampaikan Usman Yasin (pendiri grup ‘gerakan 1.000.000 facebookers dukung Candra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto’), “saya merasa facebook bila dimanfaatkan untuk hal yang baik, bisa cukup efektif” (Yasin dalam Puthut, 2010: 1)
Facebook kini menjadi ruang baru, terutama membuka peluang untuk merekatkan teman lama, teman yang hilang, atau menyapa orang yang jauh lokasinya, atau memperoleh teman baru. Ada paradoks dalam fenomena facebook. Pada satu sisi, orang menemukan jalinan komunikasi, seolah-olah menjadi dekat secara virtual. Memang, bagi beberapa kalangan itu mendekatkan hubungan. Hubungan lebih cair, lebih egaliter. Tiap orang mendapat ruang untuk mejeng, agak narsis, dll. Tapi, pada sisi lain, facebook juga memendam persoalan pertama, jika orang merasa cukup dengan komunikasi virtual saja (sehingga tak butuh pertemuan fisik), orang bakal kehilangan sentuhan fisik, keintiman pertemuan langsung. Kedua, jika orang ketagihan facebook dan terus menjalin kontak dengan teman-teman facebooknya, bisa-bisa dia menemukan hubungan virtual. Tapi, mungkin hubungan sosialnya yang nyata dengan saudara atau tetangga malah berkurang. Mungkin lebih pas, virtual-realitas (Tinarbuko, 2009: 14).
Ketika jejaring sosial online memposisikan sebagai ruang publik baru, karena dianggap mampu memuaskan hasrat setiap manusia untuk menyalurkan dan mengimplementasikan ide, ego, dan superegonya melalui media maya yang sederhana tapi berkualitas. Dan saat manusia semakin membutuhkan ruang publik ini untuk merayakan eksistensinya. Maka ujung-ujungnya, ruang publik maya yang disediakan oleh jejaring sosial online diisi dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan layaknya sebuah ruang publik yang realistis di jagat ini.
Dengan semakin berkembangnya facebook akhir-akhir ini dapat sangat menimbulkan dampak-dampak positif dan juga negatif, dampak positifnya adalah kita dapat dengan mudah berkomunikasi atau bersosialisasi dengan mudah dengan teman-teman kita bahkan mendapatkan teman baru melalui jejaring ini, dan situs ini juga sangat mengibur dengan berbagai aplikasi didalamnya. namun ada pula dampak negatifnya adalah dengan banyaknya kasus penipuan, penculikan bahkan pemerkosaan dan pembunuhan yang berawal dari facebook. Hal hal tersebut sudah terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Penipuan terjadi karena banyaknya bisnis jualan yang ditawarkan oleh para user namun kita yang tertarik ingin membeli tidak mengetahui bisnis tersebut jujur atau tidak, karena kurang adanya kepastian dan bukti-bukti nyata, karena hanya bermain dalam dunia “maya” yang semua orang bisa melakukannya. Penculikan banyak terjadi pada anak-anak dibawah umur, mereka masih polos dan dengan mudahnya terayu dengan ajakan orang-orang yang belum mereka kenal, padahal mereka hanya berkomuniaksi melalui facebook. Kasus pemerkosaan dan pembunuhan juga dapat terjadi karena berawal dari facebook.
Maraknya penggunaan situs jejaring sosial semacam facebook, tidak bisa dihindari, namun yang terpenting bagaimana keluarga bisa menjauhkan dampak buruknya dari anak-anak mereka. Permasalahan maraknya penyalahgunaan facebook yang berbuntut pada munculnya kasus penculikan, prostitusi anak, penipuan, dan penghinaan, sebenarnya bermuara pada keluarga.
Di sinilah pentingnya peranan semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan muridnya, khususnya bagi yang masih dibawah umur untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi. Kita seharusnya memberikan edukasi kepada anak tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang sangat cepat untuk digunakan semaksimal mungkin untuk kegiatan positif. Jejaring sosial juga mempunyai dampak yang positif dan juga dampak negatif.
Terlepas dari pro dan kontra yang ada, sejatinya sebagai makhluk sosial, manusia selalu ingin melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan sesamanya. Didalam sebuah jalinan proses komunikasi seseorang yang terlibat di dalamnya pasti ingin menyampaikan sebuah pesan, dan harapannya pesan yang disampaikan itu dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan tersebut. Atas dasar pemikiran seperti itulah facebook diciptakan. Selain facebook senantiasa memfasilitasinya dan menyediakan media komunikasi audio visual agar kebutuhan seseorang untuk mengenal, mengetahui dan menyampaikan pesan kepada sesame manusia lainnya dapat terpenuhi dengan murah, mudah, dan cepat.
Kesimpulan
Jejaring sosial adalah ruang maya yang menghebohkan. Ia mampu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Jejaring sosial sudah menjadi fenomena pertemanan yang menembus ruang dan waktu. Jejaring sosial kini dinobatkan sebagai ruang publik baru.
Social network atau yang lazim dikenal sebagai jejaring sosial kini telah berkembang dan menjadi trend atau gaya hidup manusia modern. Tua dan muda masing-masing mempunyai cara tersendiri memanfaatkan fasilitas ini. Sebuah kemajuan dunia teknologi menembus batas ruang dan waktu. Bahkan, situs jejaring sosial kini telah menjadi tolak ukur strata sosial seseorang yang menjadikan hal ini wajib dimiliki oleh setiap orang. Pria, wanita, professor, doctor, mahasiswa, siswa, bahkan anak sekolah dasar sekalipun.
Perkembangan dan terobosan dalam dunia komunikasi yang terus berkembang ini telah menciptakan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan sosial dan peradaban manusia. Keberadaan situs-situs jejaring sosial menimbulkan pengaruh yang berbeda-beda terhadap penggunanya. Ada efek positif, ada pula efek negatifnya. Tinggal bagaimana pengguna jejaring sosial memanfaatkan dan mengelola kebutuhannya terhadap jejaring sosial ini.
Terlepas dari semua manfaat baik dari munculnya jejaring sosial, seperti sebagai media penyebaran informasi, sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan dan sosial, memperluas jaringan pertemanan. Namun, tidak sedikit pula efek negatif yang bisa ditimbulkannya, seperti kejahatan dunia maya (cyber crime), melemahkan dan menurunkan sensitifitas, dan sebagainya.
Untuk itu, peran serta semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan murid-murid, khususnya bagi yang masih dibawah umur untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi.
Trend sosial media yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak menimbulkan efek negatif dan positif. Efek positif dari sosial media via internet adalah terjalinya komunikasi sosial antar manusia satu dengan yang lainnya. Namun dibanding sisi positif dari sosial media internet cenderung lebih banyak sisi negatif yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan diantaranya penipuan, pemerkosaan yang kesemuanya cenderung ke arah kriminalits.
Dunia Internet atau dunia maya saat ini di Indonesia, sudah menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan hingga pegawai negeri. Hal ini, bisa diketahui melalui salah satu situs jejaring sosial salah satunya FB yang bisa diakses melalui gadget apapun berbasis Internet. Saat jam aktifitas sekolah maupun kerja beberapa oknum pelajar dan PNS sering terlihat online dengan status yang berbagai macam. 
- See more at: http://citizenjournalis.blogspot.com/2013/08/efek-negatif-dan-penyalahgunaan.html#sthash.bX5I7Y3b.dpuf
Trend sosial media yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak menimbulkan efek negatif dan positif. Efek positif dari sosial media via internet adalah terjalinya komunikasi sosial antar manusia satu dengan yang lainnya. Namun dibanding sisi positif dari sosial media internet cenderung lebih banyak sisi negatif yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan diantaranya penipuan, pemerkosaan yang kesemuanya cenderung ke arah kriminalits.
Dunia Internet atau dunia maya saat ini di Indonesia, sudah menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan hingga pegawai negeri. Hal ini, bisa diketahui melalui salah satu situs jejaring sosial salah satunya FB yang bisa diakses melalui gadget apapun berbasis Internet. Saat jam aktifitas sekolah maupun kerja beberapa oknum pelajar dan PNS sering terlihat online dengan status yang berbagai macam. 
- See more at: http://citizenjournalis.blogspot.com/2013/08/efek-negatif-dan-penyalahgunaan.html#sthash.bX5I7Y3b.dpuf
Trend sosial media yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak menimbulkan efek negatif dan positif. Efek positif dari sosial media via internet adalah terjalinya komunikasi sosial antar manusia satu dengan yang lainnya. Namun dibanding sisi positif dari sosial media internet cenderung lebih banyak sisi negatif yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan diantaranya penipuan, pemerkosaan yang kesemuanya cenderung ke arah kriminalits.
Dunia Internet atau dunia maya saat ini di Indonesia, sudah menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan hingga pegawai negeri. Hal ini, bisa diketahui melalui salah satu situs jejaring sosial salah satunya FB yang bisa diakses melalui gadget apapun berbasis Internet. Saat jam aktifitas sekolah maupun kerja beberapa oknum pelajar dan PNS sering terlihat online dengan status yang berbagai macam. 
Dari pengalaman yang saya jumpai, seseorang yang mengaku bekerja di salah satu Perguruan Tinggi Terkemuka di Jogja sempat saya coba pancing untuk berkenalan. Dan saya tertarik untuk mengetahui sejauh mana dan tujuan penggunaan jejaring sosial bagi mereka. Dan ternyata salah satu oknum pegawai, sebut saja inisial LW menggunakan jejaring sosial hanya untuk sekedar iseng, dan menjurus ke arah penipuan dengan dalih meminta pulsa dengan memanfaatkan jejaring sosial media internet FB. Sempat terbesit sungguh ironi menurut saya, mengingat oknum tersebut adalah berlatar belakang seorang Magister Psikologi yang berpendidikan tinggi sampai terbawa dampak negatif dari trend jejaring sosial di Internet. Belum jelas apa motif yang melatarbelakaingi hal tersebut, apakah oknum tersebut menggunakan akun palsu atau memang direkayasa. Namun dari penelusuran yang ditemui, fakta menunjukkan bahwa sebagian penggunaan jejaring sosial memanfaatkan jejaring sosial untuk hanya sekedar iseng belaka. 
Bagaimanapun juga arus media internet tidak bisa terbendung dan dicegah, karena hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan arus teknologi informasi, Sehingga apapun resiko positif dan negatif akibat dari dampak yang ditimbulkan merupakan sebuah akibat dari perkembangan teknologi informasi saat ini.
- See more at: http://citizenjournalis.blogspot.com/2013/08/efek-negatif-dan-penyalahgunaan.html#sthash.bX5I7Y3b.dpuf
Trend sosial media yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak menimbulkan efek negatif dan positif. Efek positif dari sosial media via internet adalah terjalinya komunikasi sosial antar manusia satu dengan yang lainnya. Namun dibanding sisi positif dari sosial media internet cenderung lebih banyak sisi negatif yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan diantaranya penipuan, pemerkosaan yang kesemuanya cenderung ke arah kriminalits.
Dunia Internet atau dunia maya saat ini di Indonesia, sudah menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan hingga pegawai negeri. Hal ini, bisa diketahui melalui salah satu situs jejaring sosial salah satunya FB yang bisa diakses melalui gadget apapun berbasis Internet. Saat jam aktifitas sekolah maupun kerja beberapa oknum pelajar dan PNS sering terlihat online dengan status yang berbagai macam. 
Dari pengalaman yang saya jumpai, seseorang yang mengaku bekerja di salah satu Perguruan Tinggi Terkemuka di Jogja sempat saya coba pancing untuk berkenalan. Dan saya tertarik untuk mengetahui sejauh mana dan tujuan penggunaan jejaring sosial bagi mereka. Dan ternyata salah satu oknum pegawai, sebut saja inisial LW menggunakan jejaring sosial hanya untuk sekedar iseng, dan menjurus ke arah penipuan dengan dalih meminta pulsa dengan memanfaatkan jejaring sosial media internet FB. Sempat terbesit sungguh ironi menurut saya, mengingat oknum tersebut adalah berlatar belakang seorang Magister Psikologi yang berpendidikan tinggi sampai terbawa dampak negatif dari trend jejaring sosial di Internet. Belum jelas apa motif yang melatarbelakaingi hal tersebut, apakah oknum tersebut menggunakan akun palsu atau memang direkayasa. Namun dari penelusuran yang ditemui, fakta menunjukkan bahwa sebagian penggunaan jejaring sosial memanfaatkan jejaring sosial untuk hanya sekedar iseng belaka. 
Bagaimanapun juga arus media internet tidak bisa terbendung dan dicegah, karena hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan arus teknologi informasi, Sehingga apapun resiko positif dan negatif akibat dari dampak yang ditimbulkan merupakan sebuah akibat dari perkembangan teknologi informasi saat ini.
- See more at: http://citizenjournalis.blogspot.com/2013/08/efek-negatif-dan-penyalahgunaan.html#sthash.bX5I7Y3b.dpuf
Trend sosial media yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak menimbulkan efek negatif dan positif. Efek positif dari sosial media via internet adalah terjalinya komunikasi sosial antar manusia satu dengan yang lainnya. Namun dibanding sisi positif dari sosial media internet cenderung lebih banyak sisi negatif yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan diantaranya penipuan, pemerkosaan yang kesemuanya cenderung ke arah kriminalits.
Dunia Internet atau dunia maya saat ini di Indonesia, sudah menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan hingga pegawai negeri. Hal ini, bisa diketahui melalui salah satu situs jejaring sosial salah satunya FB yang bisa diakses melalui gadget apapun berbasis Internet. Saat jam aktifitas sekolah maupun kerja beberapa oknum pelajar dan PNS sering terlihat online dengan status yang berbagai macam. 
Dari pengalaman yang saya jumpai, seseorang yang mengaku bekerja di salah satu Perguruan Tinggi Terkemuka di Jogja sempat saya coba pancing untuk berkenalan. Dan saya tertarik untuk mengetahui sejauh mana dan tujuan penggunaan jejaring sosial bagi mereka. Dan ternyata salah satu oknum pegawai, sebut saja inisial LW menggunakan jejaring sosial hanya untuk sekedar iseng, dan menjurus ke arah penipuan dengan dalih meminta pulsa dengan memanfaatkan jejaring sosial media internet FB. Sempat terbesit sungguh ironi menurut saya, mengingat oknum tersebut adalah berlatar belakang seorang Magister Psikologi yang berpendidikan tinggi sampai terbawa dampak negatif dari trend jejaring sosial di Internet. Belum jelas apa motif yang melatarbelakaingi hal tersebut, apakah oknum tersebut menggunakan akun palsu atau memang direkayasa. Namun dari penelusuran yang ditemui, fakta menunjukkan bahwa sebagian penggunaan jejaring sosial memanfaatkan jejaring sosial untuk hanya sekedar iseng belaka. 
Bagaimanapun juga arus media internet tidak bisa terbendung dan dicegah, karena hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan arus teknologi informasi, Sehingga apapun resiko positif dan negatif akibat dari dampak yang ditimbulkan merupakan sebuah akibat dari perkembangan teknologi informasi saat ini.
- See more at: http://citizenjournalis.blogspot.com/2013/08/efek-negatif-dan-penyalahgunaan.html#sthash.bX5I7Y3b.dpuf
Trend sosial media yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak menimbulkan efek negatif dan positif. Efek positif dari sosial media via internet adalah terjalinya komunikasi sosial antar manusia satu dengan yang lainnya. Namun dibanding sisi positif dari sosial media internet cenderung lebih banyak sisi negatif yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan diantaranya penipuan, pemerkosaan yang kesemuanya cenderung ke arah kriminalits.
Dunia Internet atau dunia maya saat ini di Indonesia, sudah menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan hingga pegawai negeri. Hal ini, bisa diketahui melalui salah satu situs jejaring sosial salah satunya FB yang bisa diakses melalui gadget apapun berbasis Internet. Saat jam aktifitas sekolah maupun kerja beberapa oknum pelajar dan PNS sering terlihat online dengan status yang berbagai macam. 
Dari pengalaman yang saya jumpai, seseorang yang mengaku bekerja di salah satu Perguruan Tinggi Terkemuka di Jogja sempat saya coba pancing untuk berkenalan. Dan saya tertarik untuk mengetahui sejauh mana dan tujuan penggunaan jejaring sosial bagi mereka. Dan ternyata salah satu oknum pegawai, sebut saja inisial LW menggunakan jejaring sosial hanya untuk sekedar iseng, dan menjurus ke arah penipuan dengan dalih meminta pulsa dengan memanfaatkan jejaring sosial media internet FB. Sempat terbesit sungguh ironi menurut saya, mengingat oknum tersebut adalah berlatar belakang seorang Magister Psikologi yang berpendidikan tinggi sampai terbawa dampak negatif dari trend jejaring sosial di Internet. Belum jelas apa motif yang melatarbelakaingi hal tersebut, apakah oknum tersebut menggunakan akun palsu atau memang direkayasa. Namun dari penelusuran yang ditemui, fakta menunjukkan bahwa sebagian penggunaan jejaring sosial memanfaatkan jejaring sosial untuk hanya sekedar iseng belaka. 
Bagaimanapun juga arus media internet tidak bisa terbendung dan dicegah, karena hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan arus teknologi informasi, Sehingga apapun resiko positif dan negatif akibat dari dampak yang ditimbulkan merupakan sebuah akibat dari perkembangan teknologi informasi saat ini.
- See more at: http://citizenjournalis.blogspot.com/2013/08/efek-negatif-dan-penyalahgunaan.html#sthash.bX5I7Y3b.dpuf
Trend sosial media yang berkembang di Indonesia saat ini, banyak menimbulkan efek negatif dan positif. Efek positif dari sosial media via internet adalah terjalinya komunikasi sosial antar manusia satu dengan yang lainnya. Namun dibanding sisi positif dari sosial media internet cenderung lebih banyak sisi negatif yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan diantaranya penipuan, pemerkosaan yang kesemuanya cenderung ke arah kriminalits.
Dunia Internet atau dunia maya saat ini di Indonesia, sudah menjadi trend di kalangan pelajar, mahasiswa bahkan hingga pegawai negeri. Hal ini, bisa diketahui melalui salah satu situs jejaring sosial salah satunya FB yang bisa diakses melalui gadget apapun berbasis Internet. Saat jam aktifitas sekolah maupun kerja beberapa oknum pelajar dan PNS sering terlihat online dengan status yang berbagai macam. 
Dari pengalaman yang saya jumpai, seseorang yang mengaku bekerja di salah satu Perguruan Tinggi Terkemuka di Jogja sempat saya coba pancing untuk berkenalan. Dan saya tertarik untuk mengetahui sejauh mana dan tujuan penggunaan jejaring sosial bagi mereka. Dan ternyata salah satu oknum pegawai, sebut saja inisial LW menggunakan jejaring sosial hanya untuk sekedar iseng, dan menjurus ke arah penipuan dengan dalih meminta pulsa dengan memanfaatkan jejaring sosial media internet FB. Sempat terbesit sungguh ironi menurut saya, mengingat oknum tersebut adalah berlatar belakang seorang Magister Psikologi yang berpendidikan tinggi sampai terbawa dampak negatif dari trend jejaring sosial di Internet. Belum jelas apa motif yang melatarbelakaingi hal tersebut, apakah oknum tersebut menggunakan akun palsu atau memang direkayasa. Namun dari penelusuran yang ditemui, fakta menunjukkan bahwa sebagian penggunaan jejaring sosial memanfaatkan jejaring sosial untuk hanya sekedar iseng belaka. 
Bagaimanapun juga arus media internet tidak bisa terbendung dan dicegah, karena hal tersebut merupakan bagian dari perkembangan arus teknologi informasi, Sehingga apapun resiko positif dan negatif akibat dari dampak yang ditimbulkan merupakan sebuah akibat dari perkembangan teknologi informasi saat ini.
- See more at: http://citizenjournalis.blogspot.com/2013/08/efek-negatif-dan-penyalahgunaan.html#sthash.bX5I7Y3b.dpuf